cv. lumbung kencana

cv. lumbung kencana
Pupuk Bio Organik |Bio Organik |Pupuk Organik |Bio Organic Fertilizer | Bio Organic | Organic Fertilizer |BIOFARM LK

BIOFARM LK

BIOFARM LK
bio organic fertilizer
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

TYPICAL FUNCTIONS OF BIOFERTILIZERS

~ Nitrogenous biofertilizers harvest atmosphere nitrogen converting it into ammonical form, which in due course is made available to the plants or is released in the soil.
~ Phosphate solubilizers solubilize fixed forms of phosphorus already present in the soil and make it available for use of plants.
~ Sulfur dissolving microbes make sulfur available to plants.
~ Zinc solubilizers make the Zink from soil available to plants.
~ Cellulose and lignin degraders breakdown the natural fibers to monomers.
~Microbes solubilizing other micro nutrients are also beneficial to plant growth.
~ Compositing biofertilizers are used for hastening the process of compositing and for enriching its nutrient value.

HOW BIOFERTILIZERS WORK?

There is an abundance of biopolymers like proteins, fats, fibers and other carbohydrates in natural soils. Bacteria in soil digest these large biopolymers to respective smaller monomers. Proteins are digested to amino acids, carbohydrates and fiber to sugars and fats/lipids to fatty acids by the soil bacteria. Plant scan easily absorb these small molecules or monomers.Additionally, the soil-bacteria help the plant-roots to absorb Major and minor nutrients present in the soils. The soil-bacteria also release biochemicals which accelerate the plant growth.

SOIL FERTILITY

Soil Fertility is the strength or the ability of the soils to provide adequate nutrients to the plants. Most of the plant nutrition comes from the organic content.  A small portion of the nutrition is provided by the inorganic content (the trace elements). Organic content of the soils is developed and maintained by the friendly bacteria present in the soils.  These bacteria digest the agricultural or other organic wastes. The degradation products of the organic wastes improve fertility of the soils.

WHY BIOFERTILIZERS?

Since historic or pre historic times crops and plants have grown naturally in the fertile soils. Growth and quality of the crops depend on the fertility of soils. Organic content of the soils contribute to the soil fertility. Population burst and profit oriented  approaches to farming, lead to intense farming across the glob. For rapid and higher yields in organic salts are commercially being used since 19th century deteriorating the soil quality. Self regenerating ability of the soil is also lost due to the excessive use of inorganics. Hence now there is anawareness of organic farming or natural farming or sustainable farming. This is where BIOFERTILIZERS and BIOFARM LK come in.

Sabtu, 26 November 2011

DEFINISI PUPUK MIKROBIOLOGIS

Pupuk mikrobiologis atau bio fertilizer atau pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme hidup yang ketika diterapkan pada benih, permukaan tanaman, atau tanah, akan mendiami rizosfer atau bagian dalam dari tanaman dan mendorong pertumbuhan dengan meningkatkan pasokan nutrisi utama dari tanaman. Pupuk mikrobiologis mirip dengan kompos teh, dan bisa dikatakan sebagai kompos teh yang direkayasa karena hanya mikroorganisme tertentu yang bermanfaat bagi tanah yang digunakan.

Rabu, 23 November 2011

MANFAAT PUPUK ORGANIK

Berbagai hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif menurun produktivitasnya dan telah mengalami degradasi lahan, terutama terkait dengan sangat rendahnya kandungan karbon organik dalam tanah, yaitu 2%. Padahal untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan karbon organik sekitar 2,5%. Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan. Sumber bahan untuk pupuk organik sangat beranekaragam, dengan karakteristik fisik dan kandungan kimia yang sangat beragam sehingga pengaruh dari penggunaan pupuk organik terhadap lahan dan tanaman dapat bervariasi. Selain itu, peranannya cukup besar terhadap perbaikan sifat fisika, kimia, dan biologi tanah serta lingkungan. Pupuk organik yang ditambahkan ke dalam tanah akan mengalami beberapa kali fase perombakan oleh mikroorganisme tanah untuk menjadi humus. Bahan organik juga berperan sebagai sumber energi dan makanan mikroba tanah sehingga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tersebut dalam penyediaan hara tanaman. Penambahan bahan organik di samping sebagai sumber hara bagi tanaman, juga sebagai sumber energi dan hara bagi mikroba. Bahan dasar pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman sedikit mengandung bahan berbahaya. Penggunaan pupuk kandang, limbah industri dan limbah kota sebagai bahan dasar kompos berbahaya karena banyak mengandung logam berat dan asam-asam organik yang dapat mencemari lingkungan. Selama proses pengomposan, beberapa bahan berbahaya ini akan terkonsentrasi dalam produk akhir pupuk. Untuk itu diperlukan seleksi bahan dasar kompos yang mengandung bahan-bahan berbahaya dan beracun (B3). Pupuk organik dapat berperan sebagai pengikat butiran primer menjadi butir sekunder tanah dalam pembentukan pupuk. Keadaan ini memengaruhi penyimpanan, penyediaan air, aerasi tanah, dan suhu tanah. Bahan organik dengan karbon dan nitrogen yangbanyak, seperti jerami atau sekam lebih besar pengaruhnya pada perbaikan sifat-sifat fisik tanah dibanding dengan bahan organik yang terdekomposisi seperti kompos. Pupuk organik memiliki fungsi kimia yang penting seperti:


1. Penyediaan hara makro ( nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur ) dan mikro seperti zink, tembaga, kobalt, barium, mangan, dan besi, meskipun jumlahnya relatif sedikit.



2. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah.



3. Membentuk senyawa kompleks dengan ion logam yang meracuni tanaman seperti aluminium, besi, dan mangan.

JENIS PUPUK ORGANIK

1. PUPUK KANDANG


Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan . Hewan yang kotorannya sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa dipelihara oleh masyarakat , seperti kotoran kambing , sapi , domba , dan ayam. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang berasal dari air kencing ( urine ) hewan. Pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk kandang padat (makro) banyak mengandung unsur fosfor , nitrogen , dan kalium . Unsur hara mikro yang terkandung dalam pupuk kandang di antaranya kalsium , magnesium , belerang , natrium , besi , tembaga , dan molibdenum . Kandungan nitrogen dalam urine hewan ternak tiga kali lebih besar dibandingkan dengan kandungan nitrogen dalam kotoran padat. Pupuk kandang terdiri dari dua bagian, yaitu:

~ Pupuk Dingin

Pupuk dingin adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan secara perlahan oleh mikroorganime sehingga tidak menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran sapi, kerbau , dan babi .


~ Pupuk Panas

Pupuk panas adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan mikroorganisme secara cepat sehingga menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran kambing, kuda , dan ayam.

Pupuk kandang bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro dan mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan - bahan anorganik di dalam tanah, termasuk pupuk anorganik . Selain itu, pupuk kandang bisa memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bia optomal. Pupuk kandang yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, pupuk kandang belum siap digunakan. Penggunaan pupuk yang belum matang akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman.Penggunaan pupuk kandang yang baik adalah dengan cara dibenamkan, sehingga penguapan unsur hara akibat prose kimia dalam tanah dapat dikurangi.Penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair paling baik dilakukan setelah tanaman tumbuh, sehingga unsur hara yang terdapat dalam pupuk kandang cair ini akan cepat diserap oleh tanaman.


2. PUPUK HIJAU


Pupuk hijau adalah pupuk organik yang berasal dari tanaman atau berupa sisa panen. Bahan tanaman ini dapat dibenamkan pada waktu masih hijau atau setelah dikomposkan. Sumber pupuk hijau dapat berupa sisa-sisa tanaman (sisa panen) atau tanaman yang ditanam secara khusus sebagai penghasil pupuk hijau, seperti sisa–sisa tanaman, kacang-kacangan, dan tanaman paku air (Azolla). Jenis tanaman yang dijadikan sumber pupuk hijau diutamakan dari jenis legume, karena tanaman ini mengandung hara yang relatif tinggi, terutama nitrogen dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Tanaman legume juga relatif mudah terdekomposisi sehingga penyediaan haranya menjadi lebih cepat. Pupuk hijau bermanfaat untuk meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara di dalam tanah, sehingga terjadi perbaikan sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas tanah dan ketahanan tanah terhadap erosi. Pupuk hijau digunakan dalam:

~ Tanaman Pagar

Penggunaan tanaman pagar , yaitu dengan mengembangkan sistem pertanaman lorong, dimana tanaman pupuk hijau ditanam sebagai tanaman pagar berseling dengan tanaman utama.


~ Tanaman Penutup

Penggunaan tanaman penutup tanah, yaitu dengan mengembangkan tanaman yang ditanam sendiri, pada saat tanah tidak ditanami tanaman utama atau tanaman yang ditanam bersamaan dengan tanaman pokok bila tanaman pokok berupa tanaman tahunan.



3. KOMPOS


Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi . Jenis tanaman yang sering digunakan untuk kompos diantaranya jerami, sekam padi, tanaman pisang, gulma, sayuran yang busuk, sisa tanaman jagung, dan sabut kelapa. Bahan dari ternak yang sering digunakan untuk kompos di antaranya kotoran ternak, urine, pakan ternak yang terbuang, dan cairan biogas . Tanaman air yang sering digunakan untuk kompos di antaranya ganggang biru , gulma air, eceng gondok , dan azola. Beberapa kegunaan kompos adalah:
memperbaiki struktur tanah, memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah berpasir, meningkatkan daya tahan dan daya serap air, memperbaiki drainase dan pori - pori dalam tanah, menambah dan mengaktifkan unsur hara.
Kompos digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman. Kompos yang layak digunakan adalah yang sudah matang, ditandai dengan menurunnya temperatur kompos (di bawah 40° c).



4. HUMUS


Humus adalah material organik yang berasal dari degradasi ataupun pelapukan daun-daunan dan ranting-ranting tanaman yang membusuk (mengalami dekomposisi) yang akhirnya mengubah humus menjadi ( bunga tanah), dan kemudian menjadi tanah. Bahan baku untuk humus adalah dari daun ataupun ranting pohon yang berjatuhan, limbah pertanian dan peternakan , industri makanan, agro industri, kulit kayu, serbuk gergaji (abu kayu), kepingan kayu, endapan kotoran, sampah rumah tangga, dan limbah-limbah padat perkotaan. Humus merupakan sumber makanan bagi tanaman, serta berperan baik bagi pembentukan dan menjaga struktur tanah. Senyawa humus juga berperan dalam pengikatan bahan kimia toksik dalam tanah dan air. Selain itu, humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air tanah, membantu dalam menahan pupuk anorganik larut-air, mencegah penggerusan tanah, menaikan aerasi tanah, dan juga dapat menaikkan fotokimia dekomposisi pestisida atau senyawa-senyawa organik toksik. Kandungan utama dari kompos adalah humus. Humus merupakan penentu akhir dari kualitas kesuburan tanah, jadi penggunaan humus sama halnya dengan penggunaan kompos.



5. PUPUK ORGANIK BUATAN

Pupuk organik buatan adalah pupuk organik yang diproduksi di pabrik dengan menggunakan peralatan yang modern. Beberapa manfaat pupuk organik buatan, yaitu: meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, meningkatkan produktivitas tanaman, merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun, menggemburkan dan menyuburkan tanah.
Pada umumnya, pupuk organik buatan digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman, sehingga terjadi peningkatan kandungan unsur hara secara efektif dan efisien bagi tanaman yang diberi pupuk organik tersebut.

SEJARAH PUPUK ORGANIK

Sejarah penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian dari sejarah pertanian. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah dimulai sejak permulaan manusia mengenal bercocok tanam, yaitu sekitar 5.000 tahun yang lalu. Bentuk primitif dari penggunaan pupuk dalam memperbaiki kesuburan tanah dimulai dari kebudayaan tua manusia di daerah aliran sungai-sungai Nil, Euphrat, Indus, Cina, dan Amerika Latin. Lahan-lahan pertanian yang terletak di sekitar aliran-aliran sungai tersebut sangat subur karena menerima endapan lumpur yang kaya hara melalui banjir yang terjadi setiap tahun. Di Indonesia, pupuk organik sudah lama dikenal para petani . Penduduk Indonesia sudah mengenal pupuk organik sebelum diterapkannya revolusi hijau di Indonesia. Setelah revolusi hijau, kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis menggunakannya, jumlahnya jauh lebih sedikit dari pupuk organik, harganya pun relatif murah, dan mudah diperoleh. Kebanyakan petani sudah sangat tergantung pada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian. Tumbuhnya kesadaran para petani akan dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan telah membuat mereka beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.

DEFINISI PUPUK ORGANIK

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen ( jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa ), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota ( sampah ).

BIOSTARTER

BIOSTARTER
anaerob fermentation

Marketing Cooperation

We offer marketing cooperation of Bio Organic Fertilizer BIOFARM LK to local entrepeneur or exporter/importer company. Send your submission mail to our email: biofarm.lk@gmail.com

Le marketing de la Coopération

Nous proposons la coopération de marketing de Bio de l"Engrais Organique BIOFARM-LK vers local entrepeneur ou les compagnies de l"exportateur/importateur. Envoyez la poste de la soumission à notre courrier électronique : biofarm.lk@gmail.com

El marketing de la Cooperación

Proponemos la cooperación de marketing De Bio del Abono BIOFARM-LK Orgánico a local entrepeneur o la compañía del exportador/importador. Manden los correos de la subordinación a nuestro correo electrónico: biofarm.lk@gmail.com

Das Marketing der Zusammenarbeit

Wir bieten die Vermarktungszusammenarbeit Bio des Organischen Düngers BIOFARM-LK zu lokal entrepeneur oder der Gesellschaft des Exporteurs/Importeurs an. Schicken Sie die Post der Unterordnung in unsere E-Mail: biofarm.lk@gmail.com

Маркетинг Сотрудничества

Мы предлагаем маркетинговое сотрудничество Био Органического Удобрения BIOFARM-LK к местному entrepeneur или компании экспортера/импортера. Пошлите свою почту подчинения в нашу электронную почту: biofarm.lk@gmail.com